Selasa, 27 Oktober 2026

Sayangku Dwi Sartika

Sayangku, Dwi Sartika. ❤️

Malam ini, mungkin menjadi salah satu malam yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Besok, insyaallah, kamu bukan lagi sekadar perempuan yang aku cintai, melainkan perempuan yang akan aku sebut sebagai istriku. Perempuan yang akan menjadi teman perjalanan hidupku, teman dalam doa-doaku, dan seseorang yang ingin aku ajak tumbuh bersama sampai Allah memanggil salah satu dari kita pulang lebih dahulu.

Sayang, aku tahu bahwa menikah bukan hanya tentang bahagia, bukan hanya tentang foto yang indah, ucapan selamat, atau tentang betapa manisnya hari esok. Menikah adalah tentang tanggung jawab, tentang tetap memilih satu sama lain ketika keadaan tidak selalu mudah, dan tentang dua orang yang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik.

Aku tidak ingin berjanji bahwa aku akan selalu menjadi laki-laki yang sempurna untukmu. Aku pasti punya kekurangan, mungkin ada kata-kataku yang kelak membuatmu sedih, ada sikapku yang perlu kamu ingatkan, dan ada masa-masa ketika kita harus belajar memahami satu sama lain lebih dalam.

Tetapi ada satu hal yang ingin kamu ketahui malam ini: aku tidak ingin menjadi laki-laki yang hanya pandai membuatmu jatuh cinta. Aku ingin menjadi suami yang membuatmu tidak menyesal telah mempercayakan hidupmu kepadaku.

Aku ingin kamu bangga bukan hanya karena siapa diriku hari ini, tetapi juga karena kesungguhanku memperbaiki diri esok hari. Aku ingin menjadi laki-laki yang bertanggung jawab atas nafkahmu, menjaga kehormatanmu, menghargai pendapatmu, mendengarkan ceritamu, dan tetap menggenggam tanganmu ketika dunia terasa berat.

Aku ingin menjadi rumah yang membuatmu merasa aman untuk menjadi dirimu sendiri. Tempat kamu boleh bercerita tanpa takut dihakimi, boleh menangis tanpa merasa lemah, dan boleh bermimpi tanpa merasa berjalan sendirian.

Dan yang paling penting, aku ingin kita bukan hanya menjadi pasangan yang saling mencintai, tetapi juga menjadi dua orang yang saling menolong untuk semakin dekat kepada Allah.

Jika suatu hari aku mulai lalai, ingatkan aku. Jika kamu sedang lelah, izinkan aku membantumu. Kita tidak harus selalu kuat pada waktu yang sama, karena insyaallah kita akan belajar saling menguatkan.

Sayang, terima kasih karena telah memilihku. Terima kasih karena bersedia mempercayakan sebagian besar perjalanan hidupmu kepadaku. Aku tahu kepercayaan itu bukan sesuatu yang boleh aku anggap biasa. Itu amanah yang harus aku jaga, bukan hanya dengan kata-kata malam ini, tetapi dengan sikapku sepanjang pernikahan kita nanti.

Besok, ketika aku mengucapkan ijab kabul, aku ingin mengingat bahwa yang sedang aku terima bukan sekadar status sebagai seorang suami. Aku sedang menerima amanah untuk mencintai, menghormati, melindungi, dan menemanimu dengan sebaik-baiknya.

Aku tidak tahu seperti apa wajah kehidupan kita sepuluh, dua puluh, atau empat puluh tahun dari sekarang. Tetapi aku berharap, ketika rambut kita mulai memutih dan langkah kita tidak lagi sekuat hari ini, kita masih bisa saling tersenyum dan berkata, "Alhamdulillah, ternyata kita telah melewati begitu banyak hal bersama."

Aku ingin menjadi laki-laki yang masih kamu cari ketika kamu punya kabar bahagia, yang masih kamu ingat ketika kamu berdoa, dan yang masih kamu genggam tangannya ketika kita sudah tua nanti.

Jika Allah mengizinkan, semoga rumah kita kelak dipenuhi keberkahan, rezeki yang halal, percakapan yang hangat, tawa anak-anak kita, dan doa-doa yang tidak pernah putus. Semoga ketika kita saling memandang, kita tidak hanya melihat pasangan hidup, tetapi juga seseorang yang membantu kita menjadi hamba Allah yang lebih baik.

Malam ini, istirahatlah dengan tenang, Sayang. Jangan terlalu memikirkan apakah besok semuanya akan berjalan sempurna. Kita datang bukan untuk menjalani pernikahan yang sempurna, melainkan untuk memulai perjalanan yang insyaallah akan kita perjuangkan bersama.

Besok aku akan datang bukan sebagai laki-laki tanpa kekurangan, tetapi sebagai laki-laki yang dengan sadar memilihmu dan bersedia belajar menjadi suami yang layak untukmu.

Dan jika suatu hari nanti kamu bertanya mengapa aku memilihmu, jawabannya bukan hanya karena aku jatuh cinta kepadamu. Aku memilihmu karena aku ingin membangun kehidupan bersamamu, menghadapi kenyataan bersamamu, memperjuangkan mimpi bersamamu, dan menua bersamamu dalam rida Allah.

Besok, aku tidak hanya ingin membuatmu bahagia menjadi pengantin. Aku ingin terus belajar membuatmu bahagia menjadi istriku.

Sampai besok, calon istriku yang insyaallah sebentar lagi menjadi istriku seumur hidup. ❤️

Semoga Allah melancarkan akad kita, memberkahi langkah kita, dan menjadikan pernikahan kita sebagai jalan menuju surga-Nya.

Aku mencintaimu, Dwi Sartika. Hari ini, esok, dan semoga sampai akhir usia kita..

Bismillah, kita mulai kehidupan baru kita besok. ❤️

Baubau, Selasa, 27 Oktober 2026

Kamis, 14 September 2023

Anganku itu Kamu

Setiap hari aku mencintaimu lebih dari sebelumnya
Menyaksikan sunset bersama di tepian pantai kotamara
Menghirup udara sejuk bersama di hutan pinus samparona
Membangun rumah sederhana
Yang di halamannya ada kebun kecil berisi sayuran dan buah-buahan yang kamu suka
Ada kolam ikan nila dan mujair disampingnya
Ada juga gode-gode kecil untuk kita beristirahat dan bermanja-manja

Di dalam rumah ada Perpustakaan kecil yang ditengahnya ada meja persegi empat
Tempat kita bertukar pikiran dan saling memuji bahkan mungkin berbalas kata

Aku mengarang puisi dan engakau membacakannya
Engkau menulis pantun dan aku membalasnya
Kita menulis buku tentang kehidupan yang kita lalui bersama
Berjuang tanpa lelah
Menjalani kehidupan dunia yang fana
Demi menuju surga firdaus yang kita impikan

Ini bukan tentang andai tetapi tentang angan-angan,
Andai itu dianggap mungkin terjadi dan dia tidak terjadi
Tetapi, angan-angan itu adalah cita-cita, niat, gambaran dalam ingatan, 
Dia adalah proses berpikir yang dipengaruhi oleh harapan-harapan terhadap kenyataan yang masuk akal

Jadi bukan Andai itu Kamu
Tetapi Anganku itu Kamu

Baubau, 14 September 2023
SahrulMadan Apt. 





Senin, 21 Agustus 2023

Tujuan Menuntut Ilmu


Ada sebuah ungkapan menarik yang mengatakan bahwa, "Berilmu sebelum berucap dan beramal".

Ketika kita melakukan sesuatu entah itu berbicara, beribadah, berdagang, ataupun hal-hal lainnya, maka akan sangat terasa bedanya jika kita melakukannya dengan berlandaskan pada ilmu pengetahuan.

Jadi, ilmu memiliki peranan penting dalam menentukan arah kehidupan seseorang.

Ketika seseorang mempelajari ilmu kedokteran maka dia berpeluang besar menjadi dokter yang membantu menyembuhkan orang sakit. Ketika mempelajari ilmu bisnis atau jual beli maka dia punya potensi menjadi pengusaha, dan lain sebagainya. 

Pada hakekatnya, tujuan mentut ilmu itu sendiri adalah sebagai berikut:
1. Mengangkat kebodohan diri
2. Mengangkat kebodohan dari orang lain
3. Menghidupkan ilmu dan menjaganya agar tidak punah
4. Mengamalkan ilmu

Sebuah ilmu itu akan menjadi sempurna jika dia tidak hanya menetap pada pemiliknya tetapi dia juga diamalkan dan disebarluaskan kepada yang membutuhkan. 

Baubau, 21 Agustus 2023
SahrulMadan Aprt. 






Rabu, 09 Agustus 2023

Mengagungkan Ilmu

Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap orang. Cukuplah kita marah ketika dikatai bodoh sebagai alasan untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. 

"Seberapa besar pengagungan kita terhadap ilmu maka sebesar itu pula ilmu yang akan didapatkan", begitu pula sebaliknya.

Ilmu tidak mungkin diraih dengan bermalas-malasan, dia hanya bisa diraih dengan bersungguh-sungguh. 

Itulah kenapa Ilmu itu harus dituntut. Karena kata tuntut, menuntut, itu memiliki arti meminta dengan keras, menagih, menggugat, berusaha keras untuk mendapatkannya, berusaha atau berdaya upaya untuk mencapai tujuan dan sebagainya. 

"Hendaklah engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat untuk dirimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlan engkau merasa lemah" (HR. Muslim) 

Baubau, 09 Agustus 2023
SahrulMadan Apt. 


Jumat, 17 Desember 2021

Pertanyaan buat pasien yang ingin mengobati dirinya sendiri di Apotek

Kali ini saya ingin bercerita terkait pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita ajukan ketika ada pasien yang ingin swamedikasi atau pengobatan mandiri di Apotek.

Ketika jaga apotek, sangat sering saya temui pasien yang bertanya seputar obat-obatan untuk gejala penyakit yang dia derita. Biasanya pertanyaan yang saya ajukan kepada pasien itu random, tergantung dari pasiennya. Kali ini saya coba untuk susun menurut versi saya.

Jadi, ketika ada pasien yang datang ke apotek untuk melakukan SWAMEDIKASI, maka kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan untuk membantu pasien tersebut mengobati dirinya sendiri. Pertanyaannya saya singkat dengan sebutan SUGOSA.

·         Siapa yang sakit?

·         Usianya berapa?

·         Gejalanya apa saja?

·         Obat apa yang sudah di minum?

·         Sudah berapa lama sakitnya?

·         Apakah ada gejala lainnya yang parah?

Jawaban dari pertanyaan ini yang menjadi rujukan kita dalam membantu pasein mengobati dirinya sendiri. Jika ditemukan indikasi bahwa pasien tersebut tidak layak untuk swamedikasi maka kita sarankan agar pasien segera ke puskesmas, rumah sakit atau dokter praktek. Agar penyakitnya tidak bertambah parah dan segera bisa ditangani dengan baik.

Contoh:

Pertanyaan

Jawaban

Siapa yang sakit

Bayi

Usianya berapa

12 bulan

Gejalanya apa saja

Demam

Obat apa yang sudah diminum

Paracetamol syirup

Sudah berapa lama sakitnya

Sudah 1 hari tapi masih demam

Apakah ada gejala lainnya yang parah

Kadang-kadang dia muntah

 Ketika bertemu kasus seperti biasanya saya langsung sarankan segera ke puskesmas atau dokter praktek. Dan umumnya untuk pasien yang usianya dibawa dua tahun itu sebaiknya tidak melakukan swamedikasi.

Kita hanya bisa membantu menyarankan obat seperti paracetamol syirup atau plester kompres untuk meredakan demam, tetapi pasien tersebut harus kita sarankan untuk segera ke puskesmas atau doktek praktek, agar penyebab sakitnya bisa didiagnosis dengan baik.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Semoga hal ini bisa bermanfaat dan membantu dalam melakukan swamedikasi atau membantu pasien untuk mengobati dirinya sendiri.

Terimakasih, jangan lupa follow akun medsos kami, Ig, Youtube dan facebook SahrulMadan Apt. untuk update informasi lainnya.

Silah nonton video lengkapnya melalui channel youtube kami berikut ini:



Selasa, 07 Desember 2021

Bolehkah kita mengobati diri sendiri?


Dulu, manusia itu ketika sakit maka secara fitrah mereka akan mencari tahu cara untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Seperti halnya ketika lapar, maka manusia akan mencari makanan untuk mengobati rasa lapar yang dia alami.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka munculah dokter, perawat, apoteker, dan lainnya. Dokter mengurusi seputar diagnosa penyakit, perencanaan terapi pasien dan lainnya. Apoteker mengurusi soal obat-obatan. Perawat mengurusi soal perawatan pasien, dan lain sebagainya. Semua saling berkaitan satu sama lain, saling mendukung demi kesembuhan pasien.

Pada kasus penyakit yang ringan tidak sedikit dari masyarakat yang memilih untuk mengobati dirinya sendiri. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 60% masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri.

Apalagi jika tinggal di daerah terpencil yang jauh dari akses pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau sejeninya. Masyarakat biasa mengobati diri sendiri dengan menggunakan bahan alam atau obat tradisional yang mereka dapatkan secara turun temurun.

Sehingga di era modern seperti sekarang ini, kegiatan pengobatan mandiri itu sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. Apalagi akses internet yang terbilang mudah, membuat setiap orang bisa saling berbagi informasi terkait kondisi kesehatannya. Atau cukup dengan mencari di platform google, maka informasi terkait perasaan atau penyakit yang diderita akan muncul.

Kebiasaan mengobati diri sendiri ini dikenal dengan istilah SWAMEDIKASI.

Swamedikasi merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Swamedikasi didefinisikan sebagai penggunaan obat (moderen dan/atau tradisional) untuk pengobatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter baik untuk diagnosis, resep, atau pengawasan pengobatan.

Upaya pengobatan sendiri ini telah umum dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, diare, penyakit kulit, dan penyakit ringan lainnya

obat-obat yang digunakan dalam swamedikasi adalah obat-obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter (OTR). Obat yang termasuk OTR meliputi OWA (obat wajib apotek) atau obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter, Obat bebas terbatas (obat yang aman dan manjur apabila digunakan sesuai petunjuk penggunaan dan peringatan yang terdapat pada label), dan obat bebas (obat yang relatif aman digunakan tanpa pengawasan).

Jadi terkadang masyarakat modern saat ini dengan berbekal informasi dari media sosial, internet, iklan di tv, teman atau keluarga, mereka kemudian ke apotek atau toko obat untuk membeli obatnya.

Jadi muaranya itu ke Apotek semua. Oleh karena itu, disini apotek memiliki peranan yang sangat penting dalam proses swamedikasi atau pengobatan mandiri. Sehingga sangat penting, apotek itu di kelola dan dijaga oleh orang-orang yang kompeten di bidang obat-obatan yaitu Apoteker atau tenaga teknis kefarmasian.

Apotek bisa menjadi banteng terakhir yang menjaga agar pasien tidak salah informasi seputar obat atau salah minum obat. Misal masyarakat mendapatkan informasi yang salah atau hoax seputar obat, maka apoteker bisa meluruskan, bahkan bisa menahan untuk tidak memberikan obatnya, atau menyarankan agar pasien untuk segera ke Puskesmas atau Rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

Sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat,

Kunjungi akun Instagram dan youtube kami SahrulMadan Apt, untuk update informasi lainnya. Terimakasih.

Nonton video podcast lengkapnya melalui link youtube berikut ini:

https://youtu.be/U34qNlj9dd0?list=PLCy4GjXGHmgrIZxI3FuOoklr5DWQXKqUI

Senin, 18 Mei 2020

Podcast BacaBuku ed. 1: Manusia Oh Manusia


Assalamualaikum sobat sekalian dimanapun Anda berada,
Semoga Anda sehat selalu dan senantiasa berada dalam lindugan Allah Ta’ala,

Kali ini saya akan membuat sebuah konten, yang mungkin bisa disebut podcast bisa juga disebut dengan istilah lain. Konten ini saya beri nama Podcast BacaBuku, “Saya membaca, Anda mendengarkan”. Intinya adalah saya akan membacakan tulisan-tulisan yang menurut saya menarik dari buku-buku yang saya baca. Atau saya membacakan tulisan saya sendiri, yang dirangkum dari beberapa buku yang saya baca.

Tulisan ini bersumber dari sebuah buku yang berjudul “Inspiring Love” yang ditulis oleh Muhammad Rahmat Kurnia.

Manusia Oh Manusia

Telah datang seorang bijak di hadapan rumah seorang lelaki. Orang bijak itu terkejut tatkala mendapati lelaki itu sedang memukul seekor kucing.
Orang bijak itu bertanya kepada lelaki tersebut:
“Kenapa kamu memukul kucing yang lemah ini?”

Lelaki tersebut kemudian menjawab:
“Aku telah menjumpainya di sebuah lorong ketika ia dalam keadaan yang tersangat lemah dan kedinginan, kemudian aku mengambilnya dan memberinya makanan serta minuman.
Aku pelihara sehingga ia benar-benar sehat. Tetapi sesudah kucing itu sehat, ia membuang kotoran pada semua tempat di rumahku.

Kemudian berkatalah si orang bijak:
“Ini sebenarnya peringatan dari Allah kepada kita semua. Sesungguhnya Allah telah memelihara kita sejak dari kecil. Kita sangat lemah, lalu Allah beri kita makan, pakaian dan segala-galanya.
Tetapi setelah begitu banyak kebaikan dan nikmat Allah yang kita rasakan, kita durhaka kepadaNya, kita tidak melaksanakan perintahNya, kita belum ikut cara hidup kekasihNya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Lihatlah betapa baik dan sayangnya Allah, walaupun kita durhaka kepadaNya, dia masih belum menyiksa atau memukul kita dengan AzabNya.”

Kemudian pergilah orang bijak itu dan beristigfarlah lelaki tersebut karena mengenang dosa-dosanya. Jika Ia lambat diperingatkan oleh orang bijak itu, sudah tentu ia akan dimintai pertanggungjawaban di mahkamah Allah nanti atas tindakannya yang mencoba menyiksa kucing tersebut.

Sekian.
Sobat sekalian dimanapun Anda berada.
Semoga cerita singkat ini bisa meningkatkan kecintaan kita kepada Allah ta’ala dan kecintaan kita kepada makhluk ciptaanNya. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan Penyayang kepada hamba-hambanya.

Terimakasih,
Nantikan podcast BacaBuku selanjutnya,
Assalamualaikum warahmatulllah wabarakaatuh.

Berikut link videonya:



SahrulMadan APt.