Sayangku, Dwi Sartika. ❤️
Malam ini, mungkin menjadi salah satu malam yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
Besok, insyaallah, kamu bukan lagi sekadar perempuan yang aku cintai, melainkan perempuan yang akan aku sebut sebagai istriku. Perempuan yang akan menjadi teman perjalanan hidupku, teman dalam doa-doaku, dan seseorang yang ingin aku ajak tumbuh bersama sampai Allah memanggil salah satu dari kita pulang lebih dahulu.
Sayang, aku tahu bahwa menikah bukan hanya tentang bahagia, bukan hanya tentang foto yang indah, ucapan selamat, atau tentang betapa manisnya hari esok. Menikah adalah tentang tanggung jawab, tentang tetap memilih satu sama lain ketika keadaan tidak selalu mudah, dan tentang dua orang yang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik.
Aku tidak ingin berjanji bahwa aku akan selalu menjadi laki-laki yang sempurna untukmu. Aku pasti punya kekurangan, mungkin ada kata-kataku yang kelak membuatmu sedih, ada sikapku yang perlu kamu ingatkan, dan ada masa-masa ketika kita harus belajar memahami satu sama lain lebih dalam.
Tetapi ada satu hal yang ingin kamu ketahui malam ini: aku tidak ingin menjadi laki-laki yang hanya pandai membuatmu jatuh cinta. Aku ingin menjadi suami yang membuatmu tidak menyesal telah mempercayakan hidupmu kepadaku.
Aku ingin kamu bangga bukan hanya karena siapa diriku hari ini, tetapi juga karena kesungguhanku memperbaiki diri esok hari. Aku ingin menjadi laki-laki yang bertanggung jawab atas nafkahmu, menjaga kehormatanmu, menghargai pendapatmu, mendengarkan ceritamu, dan tetap menggenggam tanganmu ketika dunia terasa berat.
Aku ingin menjadi rumah yang membuatmu merasa aman untuk menjadi dirimu sendiri. Tempat kamu boleh bercerita tanpa takut dihakimi, boleh menangis tanpa merasa lemah, dan boleh bermimpi tanpa merasa berjalan sendirian.
Dan yang paling penting, aku ingin kita bukan hanya menjadi pasangan yang saling mencintai, tetapi juga menjadi dua orang yang saling menolong untuk semakin dekat kepada Allah.
Jika suatu hari aku mulai lalai, ingatkan aku. Jika kamu sedang lelah, izinkan aku membantumu. Kita tidak harus selalu kuat pada waktu yang sama, karena insyaallah kita akan belajar saling menguatkan.
Sayang, terima kasih karena telah memilihku. Terima kasih karena bersedia mempercayakan sebagian besar perjalanan hidupmu kepadaku. Aku tahu kepercayaan itu bukan sesuatu yang boleh aku anggap biasa. Itu amanah yang harus aku jaga, bukan hanya dengan kata-kata malam ini, tetapi dengan sikapku sepanjang pernikahan kita nanti.
Besok, ketika aku mengucapkan ijab kabul, aku ingin mengingat bahwa yang sedang aku terima bukan sekadar status sebagai seorang suami. Aku sedang menerima amanah untuk mencintai, menghormati, melindungi, dan menemanimu dengan sebaik-baiknya.
Aku tidak tahu seperti apa wajah kehidupan kita sepuluh, dua puluh, atau empat puluh tahun dari sekarang. Tetapi aku berharap, ketika rambut kita mulai memutih dan langkah kita tidak lagi sekuat hari ini, kita masih bisa saling tersenyum dan berkata, "Alhamdulillah, ternyata kita telah melewati begitu banyak hal bersama."
Aku ingin menjadi laki-laki yang masih kamu cari ketika kamu punya kabar bahagia, yang masih kamu ingat ketika kamu berdoa, dan yang masih kamu genggam tangannya ketika kita sudah tua nanti.
Jika Allah mengizinkan, semoga rumah kita kelak dipenuhi keberkahan, rezeki yang halal, percakapan yang hangat, tawa anak-anak kita, dan doa-doa yang tidak pernah putus. Semoga ketika kita saling memandang, kita tidak hanya melihat pasangan hidup, tetapi juga seseorang yang membantu kita menjadi hamba Allah yang lebih baik.
Malam ini, istirahatlah dengan tenang, Sayang. Jangan terlalu memikirkan apakah besok semuanya akan berjalan sempurna. Kita datang bukan untuk menjalani pernikahan yang sempurna, melainkan untuk memulai perjalanan yang insyaallah akan kita perjuangkan bersama.
Besok aku akan datang bukan sebagai laki-laki tanpa kekurangan, tetapi sebagai laki-laki yang dengan sadar memilihmu dan bersedia belajar menjadi suami yang layak untukmu.
Dan jika suatu hari nanti kamu bertanya mengapa aku memilihmu, jawabannya bukan hanya karena aku jatuh cinta kepadamu. Aku memilihmu karena aku ingin membangun kehidupan bersamamu, menghadapi kenyataan bersamamu, memperjuangkan mimpi bersamamu, dan menua bersamamu dalam rida Allah.
Besok, aku tidak hanya ingin membuatmu bahagia menjadi pengantin. Aku ingin terus belajar membuatmu bahagia menjadi istriku.
Sampai besok, calon istriku yang insyaallah sebentar lagi menjadi istriku seumur hidup. ❤️
Semoga Allah melancarkan akad kita, memberkahi langkah kita, dan menjadikan pernikahan kita sebagai jalan menuju surga-Nya.
Aku mencintaimu, Dwi Sartika. Hari ini, esok, dan semoga sampai akhir usia kita..
Bismillah, kita mulai kehidupan baru kita besok. ❤️
Baubau, Selasa, 27 Oktober 2026