Jumat, 17 Desember 2021

Pertanyaan buat pasien yang ingin mengobati dirinya sendiri di Apotek

Kali ini saya ingin bercerita terkait pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita ajukan ketika ada pasien yang ingin swamedikasi atau pengobatan mandiri di Apotek.

Ketika jaga apotek, sangat sering saya temui pasien yang bertanya seputar obat-obatan untuk gejala penyakit yang dia derita. Biasanya pertanyaan yang saya ajukan kepada pasien itu random, tergantung dari pasiennya. Kali ini saya coba untuk susun menurut versi saya.

Jadi, ketika ada pasien yang datang ke apotek untuk melakukan SWAMEDIKASI, maka kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan untuk membantu pasien tersebut mengobati dirinya sendiri. Pertanyaannya saya singkat dengan sebutan SUGOSA.

·         Siapa yang sakit?

·         Usianya berapa?

·         Gejalanya apa saja?

·         Obat apa yang sudah di minum?

·         Sudah berapa lama sakitnya?

·         Apakah ada gejala lainnya yang parah?

Jawaban dari pertanyaan ini yang menjadi rujukan kita dalam membantu pasein mengobati dirinya sendiri. Jika ditemukan indikasi bahwa pasien tersebut tidak layak untuk swamedikasi maka kita sarankan agar pasien segera ke puskesmas, rumah sakit atau dokter praktek. Agar penyakitnya tidak bertambah parah dan segera bisa ditangani dengan baik.

Contoh:

Pertanyaan

Jawaban

Siapa yang sakit

Bayi

Usianya berapa

12 bulan

Gejalanya apa saja

Demam

Obat apa yang sudah diminum

Paracetamol syirup

Sudah berapa lama sakitnya

Sudah 1 hari tapi masih demam

Apakah ada gejala lainnya yang parah

Kadang-kadang dia muntah

 Ketika bertemu kasus seperti biasanya saya langsung sarankan segera ke puskesmas atau dokter praktek. Dan umumnya untuk pasien yang usianya dibawa dua tahun itu sebaiknya tidak melakukan swamedikasi.

Kita hanya bisa membantu menyarankan obat seperti paracetamol syirup atau plester kompres untuk meredakan demam, tetapi pasien tersebut harus kita sarankan untuk segera ke puskesmas atau doktek praktek, agar penyebab sakitnya bisa didiagnosis dengan baik.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Semoga hal ini bisa bermanfaat dan membantu dalam melakukan swamedikasi atau membantu pasien untuk mengobati dirinya sendiri.

Terimakasih, jangan lupa follow akun medsos kami, Ig, Youtube dan facebook SahrulMadan Apt. untuk update informasi lainnya.

Silah nonton video lengkapnya melalui channel youtube kami berikut ini:



Selasa, 07 Desember 2021

Bolehkah kita mengobati diri sendiri?


Dulu, manusia itu ketika sakit maka secara fitrah mereka akan mencari tahu cara untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Seperti halnya ketika lapar, maka manusia akan mencari makanan untuk mengobati rasa lapar yang dia alami.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka munculah dokter, perawat, apoteker, dan lainnya. Dokter mengurusi seputar diagnosa penyakit, perencanaan terapi pasien dan lainnya. Apoteker mengurusi soal obat-obatan. Perawat mengurusi soal perawatan pasien, dan lain sebagainya. Semua saling berkaitan satu sama lain, saling mendukung demi kesembuhan pasien.

Pada kasus penyakit yang ringan tidak sedikit dari masyarakat yang memilih untuk mengobati dirinya sendiri. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 60% masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri.

Apalagi jika tinggal di daerah terpencil yang jauh dari akses pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau sejeninya. Masyarakat biasa mengobati diri sendiri dengan menggunakan bahan alam atau obat tradisional yang mereka dapatkan secara turun temurun.

Sehingga di era modern seperti sekarang ini, kegiatan pengobatan mandiri itu sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. Apalagi akses internet yang terbilang mudah, membuat setiap orang bisa saling berbagi informasi terkait kondisi kesehatannya. Atau cukup dengan mencari di platform google, maka informasi terkait perasaan atau penyakit yang diderita akan muncul.

Kebiasaan mengobati diri sendiri ini dikenal dengan istilah SWAMEDIKASI.

Swamedikasi merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Swamedikasi didefinisikan sebagai penggunaan obat (moderen dan/atau tradisional) untuk pengobatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter baik untuk diagnosis, resep, atau pengawasan pengobatan.

Upaya pengobatan sendiri ini telah umum dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, diare, penyakit kulit, dan penyakit ringan lainnya

obat-obat yang digunakan dalam swamedikasi adalah obat-obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter (OTR). Obat yang termasuk OTR meliputi OWA (obat wajib apotek) atau obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter, Obat bebas terbatas (obat yang aman dan manjur apabila digunakan sesuai petunjuk penggunaan dan peringatan yang terdapat pada label), dan obat bebas (obat yang relatif aman digunakan tanpa pengawasan).

Jadi terkadang masyarakat modern saat ini dengan berbekal informasi dari media sosial, internet, iklan di tv, teman atau keluarga, mereka kemudian ke apotek atau toko obat untuk membeli obatnya.

Jadi muaranya itu ke Apotek semua. Oleh karena itu, disini apotek memiliki peranan yang sangat penting dalam proses swamedikasi atau pengobatan mandiri. Sehingga sangat penting, apotek itu di kelola dan dijaga oleh orang-orang yang kompeten di bidang obat-obatan yaitu Apoteker atau tenaga teknis kefarmasian.

Apotek bisa menjadi banteng terakhir yang menjaga agar pasien tidak salah informasi seputar obat atau salah minum obat. Misal masyarakat mendapatkan informasi yang salah atau hoax seputar obat, maka apoteker bisa meluruskan, bahkan bisa menahan untuk tidak memberikan obatnya, atau menyarankan agar pasien untuk segera ke Puskesmas atau Rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

Sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat,

Kunjungi akun Instagram dan youtube kami SahrulMadan Apt, untuk update informasi lainnya. Terimakasih.

Nonton video podcast lengkapnya melalui link youtube berikut ini:

https://youtu.be/U34qNlj9dd0?list=PLCy4GjXGHmgrIZxI3FuOoklr5DWQXKqUI