Selasa, 31 Desember 2013

Menyediri Sangatlah Berarti


Menyendiri bukan berarti memisahkan diri dari kehidupan sosial, tetapi menyendiri itu adalah sebuah langkah awal untuk melakukan interaksi dengan kehidupan sosial dalam hal ini masyarakat.

Menyendiri bukan berarti lari tetapi menyendiri itu mempersiapkan diri menyusun strategi untuk menghadapi kerasnya kehidupan.

Menyendiri bukan berarti takut tetapi menyendiri itu menghimpun kembali keberanian untuk menaklukan segala halangan yang akan menghadang.

Menyendiri itu bukan bertapa mengharapkan bantuan jin dan sejenisnya tetapi menyendiri itu mendekatkan diri kepada sang kekasih yaitu Allah SWT.

Menyendiri itu pekerjaan mulia karena Rasullullah suka menyendiri di gua Hira.

Saya suka menyendiri karena saya mencintai Rasulullah.

Saya suka menyendiri karena dengan menyendiri saya akan leluasa berinterkasi dengan sang kekasih tercinta Allah SWT.

Menyendiri bukan berarti sendiri karena sendiri itu hanya untuk mayat yang tidak berdaya di dalam kubur.

Menyendiri itu berarti karena bersama sang kekasih tercinta Allah SWT.

Mari kita menyendiri, terutama di sepertiga malam hari.


Salam Cinta Sejati Untuk Sang Khalik.
Madanosin.

Minggu, 29 Desember 2013

Mawaddah : Kalau Tuhan Dikenali

Kalau Tuhan Dikenali
Album : Sembahyang Membina Peribadi Agung
Munsyid : Mawaddah

Kalau Tuhan kita kenali
Kasih sayang dan peranan-Nya
Kalau Tuhan kita fahami
Keagungan dan kekuasaan-Nya

Kalau Tuhan kita rasakan
Betapa Dia sangat cintakan hamba-Nya
Kita akan sanggup berjuang, sanggup mati kerana-Nya
Kita akan sanggup berkorban apa saja kerana-Nya

Kita akan sanggup berjuang, sanggup mati kerana-Nya
Kita akan sanggup berkorban apa saja kerana-Nya

Kalau Tuhan dikenali

Cintailah Tuhan
Dia adalah segalanya
Korbankanlah apa sahaja kerana-Nya

Cintakan Tuhan, Cinta paling mahal
Cintakan selain Tuhan, cinta murahan

Kalau Tuhan kita kenali
Dialah segala-galanya
Kalau Tuhan kita fahami
Dialah Pengurus seluruh keperluan kita
Kalaulah kita faham
Tuhan ini siapa sebenarnya
Kita akan sanggup menerima ujian kerana-Nya
Kita sanggup buat apa sahaja demi cinta pada-Nya
Kita akan sanggup menerima ujian kerana-Nya
Kita akan sanggup menderita demi cinta pada-Nya  














Salam Senyum Terindah. :)
Madanosin

Ket: Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy2DuctmFhfEFXjKMPK-8H9Hph52eY1Xg-ZUaQm7kBEF34oYn2Ymtv64xsdm6FJkR4wG3QDj6yIt_ALHMSmkN5sPq0MRYgRB3k-bWth1r48L2rektz4z3e3R9ChNgsKzgzxzT84_9vZL8/s400/mawaddah-abuya-ashaari-muhammad1.jpg

Sabtu, 28 Desember 2013

Apa Itu La Ode dan Wa Ode ???

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Nama saya La Ode Sahrul Ramadan, saya berasal dari pulau Buton tepatnya di Kota Baubau. Setiap kali saya memperkenalkan diri pasti ada yang bertanya "La Ode itu apa ?, saya punya teman dia seorang perempuan, dari Buton juga, namanya di awali dengan Wa Ode, terus Wa Ode itu apa ?, Apakah ada hubungannya antara La Ode dengan Wa Ode ?," Kira-kira seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak muncul pada setaip kali kami La Ode/Wa Ode melakukan perkenalan.

Selama ini, jika ada pertanyaan seperti itu, saya selalu menjawab dengan ala kadarnya, bahwa La Ode/Wa Ode itu adalah gelar kebangsawanan yang diturunkan dari ayah saya. Di Buton, gelar tersebut menandakan bahwa dia masih memiliki darah keturunan bangsawan/sultan.

Selasa, 17 Desember 2013

Ketika Tujuan Menjadi Berarti Maka Download Filem Menjadi Menarik

Bissmillah,

Tujuan itu adalah sesuatu yang ingin kita capai. Setiap manusia pasti memiliki tujuannya masing-masing, walaupun kadangkala ada yang tujuannya sama. Hal tersebut bisa saja terjadi, karena dunia ini kan sesuatu yang fana dimana kita tidak bisa menebak dengan mudahnya masa depan seseorang.

Ngomong-ngomong masalah tujuan hidup, saya pernah berdebat dengan seorang teman sehubungan dengan hal tersebut. Kita sepakat bahwa tujuan hidup tersebut dapat disamakan dengan cita-cita yang ingin kita raih. Pada saat itu kami saling bertanya tentang cita-cita kita masing-masing, dan saya dengan santainya menjawab bahwa cita-cita saya adalah masuk surga. Tetapi hal tersebut tidak diterima oleh teman saya, menurut dia masuk surga itu bukanlah sebuah cita-cita. Saya mencoba untuk menjelasakan bahwa masuk surga itu adalah cita-cita tertinggi setiap umat islam dan hal tersebut merupakan tujuan akhir dari kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak. Banyak kisah dari para syuhada yang menceritakan bagaimana dengan gagahnya mereka turun ke medan perang untuk mengejar cita-cita tersebut karena seperti yang dijanjikan oleh Allah swt bahwa bagi mereka yang khusnul khotimah maka surga adalah balasannya.