Minggu, 30 Januari 2011

Waktu Untuk Ilmu dalam Sebuah Buku

Ibnu Aqil Al-Hambali pernah berkata :” Tidak halal bagiku menyia-nyiakan 1 jam dari umurku sehingga lisanku berhenti dari mudzakarah (berdiskusi, berdzikir) serta bertukar pikiran dan mataku dari MEMBACA”. 

Subhanallah, betapa besar kecintaan Ibnu Aqil Al-Hambali terhadap ilmu pengetahuan sehingga ia tak mau menyiakan-nyiakan waktunya dari hal-hal yang tidak berguna, ia senantiasa memanfaatkannya untuk beerdiskusi, berdzikir, bertukar pikiran, dan membaca.
Bisakah kita seperti itu ? Hayatilah perintah Allah sebagaimana  tertuang dalam Al-Qur’an surat Al ‘Ashr yang artinya :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran.”



Dari ayat di atas, jelaslah bahwa orang-orang yang senantiasa memanfaatkan waktunya untuk melakukan amal shaleh bukanlah termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Salah satu amal shaleh yang wajib dilakukan adalah menuntut ilmu pengetahuan.

Semakin banyak ilmu pengetahuan yang Anda miliki, semakin banyak pilihan yang Anda miliki ketika menghadapi situasi yang menantang. semakin banyak pilihan Anda, semakin besar kekuatan pribadi yang Anda miliki. 

Ada sebuah kisah menarik yang digambarkan oleh Imam Nawawi Rahihullah tentang kecintaan kepada ilmu.

Ketika beliau pindah dari kampong kelahirannya, Nawa, ke Damaskus, ia bertambah giat mempergunakan waktunya hingga selama 2 tahun penuh ia tidak merebahkan badannya kebumi melainkan tidur bersandar pada bukunya.

Ia senantiasa sibuk belajar, memperbanyak ibadah seperti shalat malam, puasa setahun penuh, bersikap zuhud dan wara’. Ia menjadi panutan dalam segala kesungguhan, setiap hari ia mempelajari 12 mata pelajaran dari guru-gurunya. Tidak pernah tidur kecuali tertidur dan selalu menjaga waktunya.

Ia pernah berkata, “Apabila kantuk mengalahkan diriku maka aku bersandar pada buku sebentar, lalu aku terbangun.”

Salah seorang temannya datang membawa makanan yang masih ada kulitnya, namun ia tak mau memakannya. Ia berkata, “ Saya khawatir tubuhku lembab sehingga aku tertidur.” 

Sebuah kisah menarik dari seorang tokoh besar yang penuh dedikasi dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama. Merupakan contoh yang baik dan berharga untuk kita terapkan. Bukankah kesuksesan itu akan indah diraih jika dilakukan dengan penuh perjuangan. Jadi teman, janganlah menyerah !!! Manfaatkanlah waktumu sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu pengetahuan. Sebagaimana perintah pertama Allah kepada Rasulullah saw

Iqra : “Bacalah”
Iqra bismirabbikallazi Khalaq : “Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu.”

Jadi kawan mulai dari detik ini rajinlah membaca BUKU...!!! 

“Buku adalah teman bicara yang tidak mandahuluimu ketika kamu sibuk. Tidak memanggilmu ketika kamu tengah bekerja. Tidak memaksamu agar kamu berdandan dan bermuka manis untuknya.  

Sumber : - Buku Remaja Gila Baca karya Izzatul Jannah
                   - Al-Qur’anul Karim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar