Rabu, 08 Januari 2014

Bangunlah Fondasi Kehidupanmu dengan Tauhid

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Home sweet home, rumahku adalah istanaku. Di mana pun kita berada dan ke mana pun kita pergi, tidak akan ada yang menandingi kenyamanan dan kesenangan berada di rumah sendiri. Oleh karena itu banyak orang yang membangun rumahnya dengan desain yang indah dan senyaman mungkin. Mereka rela mengeluarkan uang mahal-mahal untuk mendapatkan kenyamanan tersebut.

 Masjid adalah sebaik-baik rumah untuk mencari ketenangan

 Home sweet home

Untuk membangun sebuah rumah, selain kenyamanan ada banyak hal penting lainnya yang harus diperhatikan. Hal yang paling terpenting adalah fondasi rumah, karena yang menentukan kuat tidaknya rumah tersebut untuk berdiri tegak di atas tanah adalah fondasinya, terutama ketika menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan lain-lain. Rumah yang fondasinya tidak kuat, jelek, atau asal-asalan dalam pembuatannya akan mudah rubuh, runtuh, goyah, hancur, dan lain-lain.


Dalam hal membuat fondasi rumah kita boleh mencontoh Jepang. Jepang adalah negara yang menyumbang sekitar 20 persen dari gempa bumi di dunia yang kekuatannya rata-rata lebih dari 6 Skala Richter, dan hampir setiap lima menit sekali terjadi, sehingga insinyur di Jepang sangat paham betul cara membangun fondasi rumah yang kuat dan tahan terhadap gempa.

Dalam hal membangun fondasi rumah, kita boleh mencontoh ke Jepang tetapi dalam hal membangun fondasi akidah, kita harus mencontohi akidah Rasulullah SAW. Agar hidup kita menjadi tenang dan nyaman, kita tidak membutuhkan rumah yang bagus, uang yang banyak, harta yang berlimpah, yang kita butuhkan hanyalah Cinta, Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT. Untuk bisa mendapatkan itu semua, maka kita harus membangun fondasi akidah kita dengan sekuat-kuatnya, lebih kuat dari rancangan bangunan fondasi yang dibangun oleh Jepang. Apa itu ? Fondasi itu adalah Tauhid.

Tauhid itu adalah sepenting-penting ilmu di alam jagat raya ini. Ilmu tauhid adalah ilmu yang paling agung dalam Al Quran. Allah menciptakan manusia, menciptakan alam semesta karena ada tujuan yang mulia yaitu menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. Setiap rasul diutus oleh Allah SWT. dakwah yang paling pertama dan paling pokok adalah Tauhid.

Para ulama menyebutkan bahwa “fadlul ilmi bi fadlul ma'alumi” yang artinya keutamaan sesuatu ilmu sangat tergantung pada obyek yang dipelajari oleh ilmu itu. Apa sih yang paling terpenting bagi hidup kita, terutama bagi seorang muslim ?. Jawabannya adalah Allah SWT. Sehingga mempelajari tentang Allah adalah hal yang terpenting sepenting Allah itu sendiri bagi kita. Ilmu yang mempelajari tentang Allah secara khusus adalah ilmu tauhid. Dan mempelajari nama-nama serta sifat-sifat Allah merupakan bagian yang terpenting dalam ilmu tauhid.

Ada pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”, jadi :
Dengan mengenal-NYA kita akan lebih mencintai-NYA
Dengan mengenal-NYA kita akan lebih takut kepada-NYA
Dengan mengenal-NYA kita akan lebih berharap kepada-NYA
Dengan mengenal-NYA kita akan lebih ikhlas dalam beramal untuk-NYA
Dengan mengenal-NYA bertambah pula semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah maka Allah yang akan menjaganya. Siapa yang menyerahkan diri kepada sesuatu selain Allah maka Allah akan serahkan dia kepada sesuatu tersebut.

Ada di antara kaum muslimin yang ketika susah dia mengingat Allah tetapi ketika senang dia lupa kepada Allah. Oleh karena itu, Ingat Allah di kala senang, maka Allah akan mengingat kita di kala susah.

Mari kita perbaiki akidah kita, mari kita perbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. sebelum kita bersemangat membahas hal-hal yang lain. Mari kita tegakkan kalimat tauhid di hati-hati kita, di dada kita, di hati-hati orang yang terdekat dengan kita.

Mari kita resapi wasiat dari Allah SWT. dalam Al Quran surah An-Nur ayat 55 yang artinya “ Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-KU dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik".

Mari kita perkuat fondasi tauhid kita terlebih dahulu sebelum kita memperluas bangunan rumah kehidupan kita. Karena sekuat-kuat fondasi kehidupan kita adalah fondasi Tauhid.
  
Salam cinta yang terdalam untuk-MU ya Allah. I Love You Allah. Aku Mencintaimu ya Allah. 
Madanosin. 
 

4 komentar:

  1. Bro, bisa mi itu comment di blogku tapi harus di klik dulu judulnya.. Jadi terbuka pi windows baru, lalu bisa comment mi.. sa masih cari-cari ini supaya bisa langsung comment,, ajar dulu kah,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisami bro, saya sudah komen. Oh iya, komentarnya dulu bro tentang gambar2ku di atas bro ? terutama masalah warna dan pencahayaan bro ? :)

      Hapus
    2. Hasil jepretan sendiri itu kah?? Luar biasa,,, manyoss sekali bro.... sepertinya Anda, punya bakat untuk jadi fotografer,,, Salutt.,, lanjutkan....

      Hapus
    3. Kalau monas and mesjid umi hasil jepretannya yudi, saya tinggal edit saja. :)
      kalau pemilihan warna untuk hurufnya gimana bro ?

      Hapus