Selasa, 03 Juni 2014

Bertemu Sosok Yang Menginspirasi



Suatu sore, di sebuah lapangan parkir kampus tempat ku menuntut ilmu, tanpa disengaja saya melihat sosok yang cukup familiar dimataku. Dia adalah salah seorang yang memberikan inspirasi dalam perjalanan hidupku. Sudah lama rasanya tidak bertemu dengannya. Ketika melihatnya secara sepintas, saya langsung mengenalinya. Saya hafal betul cara dia berjalan, karena beberapa kali saya pernah bermain bola atau futsal dengannya. Tanpa berpikir panjang, saya kemudian langsung menghampiri dia yang hendak mengendarai motor birunya. Tak lengkap rasanya jika hanya bersalaman saja, saya harus mencuri ilmu darinya walau hanya sedikit. Ini adalah momen pertama saya berjumpa dengannya. Selama ini saya hanya menikmati pemikiran-pemikirannya dari tulisan-tulisan yang dia tampilkan di blog pribadinya. 



Saya ingin mengetahui apa kira-kira yang terjadi setelah kurang lebih dua tahun lamanya beliau menuntut ilmu di negeri orang. Saya sering mendengar rumor bahwa seseorang yang menuntut ilmu di luar negeri setidaknya akan mengalami beberapa perubahan dalam dirinya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan pada cara dia berpenampilan, perubahan pada pola pikirnya atau cara pandang terhadap sesuatu, perubahan pada cara berpakaian, bahkan terhadap tata krama atau sebut saja etika. Secara, kan budaya barat sangat berbeda dengan budaya kita, apalagi budaya islam. 


Sepengetahuanku, tidak sedikit dari kaum muslimin yang ketika di tempat asalnya dia senantiasa menjaga sunnah Rasul, tetapi ketika pulang dari menuntut ilmu di luar negeri dia menjadi jauh dari sunnah Rasul bahkan meninggalkan sunnah Rasul. Walaupun tidak sedikit pula yang tetap berpegang teguh pada sunnah Rasul dimanapun dia berada. 


Oleh karena itu para ulama mewanti-wanti kepada kaum muslimin yang ingin menuntut ilmu di luar negeri atau di negara yang mayoritas penduduknya beragama non islam dan menerapkan aturan-aturan yang bertentangan dengan islam untuk berhati-hati dan memikirkannya dengan matang sebelum memutuskan untuk menuntut ilmu negara tersebut. 


Para ulama menyaratkan agar kaum muslimin terlebih dahulu memperdalam ilmunya tentang islam baru kemudian pergi untuk menuntut ilmu di negara barat tersebut. Bahkan ada ulama yang menganjurkan dengan tegas kepada umat islam agar menikah terlebih dahulu sebelum pergi menuntut ilmu di negara barat, mengingat begitu bebasnya pergaulan disana, seakan-akan tidak ada batas antara laki-laki dan perempuan. Wanita dengan santainya memamerkan auratnya, berkumpul dan bercengkrama dengan lawan jenis tanpa ada batasan. Sungguh banyak fitnah yang bertebaran di sana. 


Laki-laki mana yang tidak tergoda imannya ketika melihat wanita yang hanya mengenakan bikini berjalan dengan santai di jalanan. Laki-laki pasti akan tergoda keimanannya ketika melihat wanita yang mengenakan pakaian ketat dengan celana yang sangat pendek bahkan sangat jauh diatas lututnya. Sungguh fitnah tersebut sangat kuat dan telah banyak yang membuktikannya. 


Oleh karena itu para ulama mewanti-wanti kepada umat islam yang ingin menuntut ilmu keluar negeri agar terlebih dahulu memperkuat ilmunya tentang akidah islam dan lebih baik lagi jika dia menikah terlebih dahulu. Karena sesungguhnya Rasulullah telah bersabda bahwa “menikah itu menyempurnakan sebagian iman”. Dengan harapan ketika akidah islamnya telah kuat dan separuh imannya telah sempurna, dia akan dengan mudah menghadapi cobaan-cobaan yang akan bermunculan di negara barat tersebut. 


Ketika bertemu dengan sosok yang penuh isnpirasi tersebut, saya tidak melihat perubahan seperti yang dirumorkan oleh banyak orang tentang para penuntut ilmu yang berubah setelah menuntut ilmu di luar negeri. Sosok itu masih setia dengan model pakaian yang biasa dia kenakan ketika pertama kali saya mengenalnya. Celana kain dan baju kemeja yang rapi. Rasulullah mengajarkan kita umatnya agar menjaga kebersihan. Bersih berarti rapi dan indah. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Dia masih mempraktekkan itu. 


Seketika setelah saya mengenalinya dari jauh, saya kemudian tersenyum dan dengan cepat menghampirinya, sungguh bukan palingan muka atau tatapan kosong yang kudapatkan, tetapi sama seperti dulu, sosok itu selalu membalas senyuman atau salam kepada setiap orang yang menyapanya. Dia tersenyum kepadaku dan menerima jabatan tanganku. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk menebar senyum dan salam kepada sesama muslim karena hal tersebut dapat mendatangkan pahala dan dapat memperkuat tali persaudaraan diantara kaum muslimin.


Saat itu saya mencoba untuk sedikit mencuri ilmu darinya. Saya kemudian melontarkan beberapa pertanyaan singkat kepadanya. Jawabannya cukup menarik bagiku. Sosok itu selalu mempunyai jawaban singkat dan mengundang senyuman bagi lawan bicara. Saya jadi teringat dengan perkataan James smith ketika meyakinkan para juri saat tes wawancara kerja ketika memerankan tokoh dalam filem yang bercerita tentang agen asuransi. Saat itu James Smith meyakinkan juri bahwa dia pantas mendapatkan pekerjaan tersebut karena dia punya keunikan dalam hal berkomunikasi. Dia mengatakan bahwa dia bisa menjawab pertanyaan dengan cepat dengan jawaban yang singkat tetapi dapat membuat suasana menjadi hidup. Sosok itu menurutku pandai melakukan hal tersebut. 


Dia juga menyempatkan bertanya tentang perkembangan kuliahku. Sebagai senior dia mengajarkanku pentingya saling ingat mengingatkan. Saya meyakini bahwa kekuatan kata-kata bisa memberikan pengaruh kepada seseorang sebagaimana saya meyakini akan firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al-Isra: “Saling nasehat-menasehatilah dalam kebenaran dan dalam kesabaran”. Dia sekarang sudah berada pada posisi jauh di atasku, mungkin ini saatnya bagiku untuk memberikan dorongan semangat kepada adik-adik dibawahku untuk lebih giat lagi dalam menuntut ilmu agar mereka bisa mencontoh sosok senior-senior yang telah berhasil atau setidaknya mereka tidak seperti diriku. Saya akan mencoba untuk melakukannya walaupun itu sudah saya lakukan tetapi akan saya tingkatkan lagi. Semoga Allah Ta’ala selalu menghadirkan semangat dalam hatiku dan menjauhkan malas dari dalam diriku.  


Dan sosok itu kemudian mengatakan bahwa setelah tiba di Indonesia dia kemudian pulang kampung selama dua minggu untuk beristirahat melepas rindu dengan keluarga tercinta. Ya, sebagai perantau saya kemudian berpikir, betul bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, kita pasti akan merindukan kampung halaman tempat kita melihat dunia untuk pertama kalinya. Saya mengasumsikan kampung halaman itu sebagai tempat dimana ayah, ibu, kakak, adik, serta keluarga kita berada. Kalau istilah kerennya “Home sweet home” rumahku adalah istinahku. Karena di rumahku ada mereka yang aku cintai. Karena di rumahkulah pertama kalinya aku mengenal cinta dari ibuku, cinta dari ayahku, dan cinta dari keluargaku. Jadi wajarlah jika kampung halaman selalu dirindukan. Walaupun hal tersebut membuat badan sakit karena harus beradaptasi tapi itu bukan masalah menurutku. Saya ingin mengatakan bahwa itu adalah pertanda bahwa alam memperlihatkan rasa rindunya karena setelah sekian lama alam tidak merasakan aura kehadiran seseorang yang sangat akrab dengannya. Saya meyakini, bahwa setiap peristiwa memiliki makna yang tersembunyi di dalamnya. 


Ada satu kalimat menarik yang dilontarkannya saat itu. Kalimat tersebut membuatku malu dan terdiam sejenak. Katanya dia membaca tulisan di blogku. Saya malu mendengarnya, tak kusangka sosok yang selama ini kukagumi, tulisan-tulisan terbarunya selalu kutunggu, dia  membaca tulisan-tulisanku yang biasa-biasa ini. Subhanallah, sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar semoga Allah memudahkan segala urusannya, semoga selalu menjadikannya sosok penggerak kearah kebaikan bagi orang-orang disekitarnya. Sebagaimana motto hidup beliau yang selalu terniang di otakku ketika berbicara tentangg motto, “BERGERAK”. Karena motto tersebutlah saya kemudian berpikir untuk mencari motto yang berbeda dan dalam pencarianku tersebut saya menemukan motto yang seterusnya akan menjadi pengingatku. Motto tersebutlah yang kemudian mendeskripsikan blog ini dan terpampang dengan gagah di tempat teratas blog ini. 


Selain itu, sosok itu sempat mengeluarkan sebuah kalimat menarik. Ketika saya bertanya perihal pernikahan, sosok itu mengeluarkan sebuah kalimat yang menurutku rahasia. Dia berututur bahwa kepulangannya ke kampung saat itu merupakan proses pendahuluan untuk menuju jenjang berikutnya. Pertanyaan yang kemudian terlintas dalam benakku, siapakah wanita yang beruntung itu? kita tunggu saja kabar gembira selanjutnya. Saya sepertinya sudah mendapatkan sedikit gambaran bahwa saya mengenal sosok wanita itu. 


Terkahir, dia kemudian menawarkanku tumpangan tetapi saya hanya bisa mengucapkan terima kasih karena saat itu saya juga membawa kendaraan sendiri. 


Seperti itulah pertemuanku yang sepintas dengan sosok penggerak yang penuh inspirasi tersebut. Walaupun hanya sekejap, tetapi itu bisa membuka cakrawala berpikirku. Saya bersyukur bisa mencuri ilmu darinya. Semoga suatu saat bisa bertemu lagi dengannya. Tetapi jika saat itu tiba, mungkin saya akan sedikit malu karena memikirkan apakah sosok itu telah membaca tulisan ini. Wallahu A’lam !!! semoga Allah Ta’ala selalu menghadirkan rasa persaudaraan yang kuat diantara umatNya yang selalu mengingatNya di setiap hembusan nafasnya. Aamiin..!!! 


Salam hormat dariku, selamat berkarya, karyamu akan selalu ditunggu oleh orang-orang disekitarmu.


Sore Yang Indah,,

Madanosin.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar