Sabtu, 08 Maret 2014

Jangan Marah Dibilang Mirip Kambing


“Jangan marah, bagimu surga…” ungkapan hadits ini pernah terlontar dari lisan Rasulullah saw. Ungkapan sederhana dari lisan seorang rasul yang dianugrahi Al-Jawami’ Al-Kalim, yang artinya perkataan yang jelas, singkat, namun sarat makna.

Marah merupakan salah satu emosi pokok manusia, selain sedih, gembira dan sekian banyak emosi lainnya. Begitu banyak hal bisa terjadi hanya disebabkan karena kemarahan, yang akibatnya seringkali tidak disadari sebelumnya oleh sipelaku marah.

Suatu ketika saya pernah merasa kesal atau sebut saja marah karena disebut seperti kambing oleh teman saya. Sebenarnya saya kesal bukan karena saya yang disamakan seperti kambing tetapi karena kekurang pahaman dia tentang kenapa saya memelihara jenggot. Berjenggot adalah perintah dari Rasulullah saw. oleh karena itu ketika dia menyamakan saya dengan kambing berarti secara tidak langsung dia juga menyamakan Rasulullah saw. dengan kambing. Itulah yang membuat saya cukup kesal.


Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan sebuah video ceramah dari ustad Badrussalam Lc. Ceramahnya itu berjudul Berjenggot seperti kambing. Setelah mendengarkan ceramah tersebut, saya menjadi bertambah yakin untuk berjenggot. Dan saya menjadi sadar bahwa kita tidak perlu marah jika di ejek seperti kambing karena berjenggot. Sebab kambing dan jenggot adalah dua hal yang memiliki manfaat serta keutamaan di sisi Allah dan rasulnya.

Dalam ceramahnya ustada Badrussalm Lc. Menyebutkan bahwa ternyata kambing itu binatang surga, dimana Rasulullah saw dalam hadits yang dishahihkan oleh syekh Al-Albani mengatakan bahwa “kambing itu termasuk binatang surga”.

Bayangkan ternyata binatang surga sifatnya mempunyai jenggot yang kata orang katanya orang berjenggot itu kayak kambing.

Tahukah anda bahwsanya kambing adalah binatang yang berkah. Nabi saw bersabda “Ambillah kambing sebagai binatang peliharaan karena kambing itu berkah”.

Kambing berkah, itu menunjukkan bahwa kambing ini bukan hewan biasa. Ternyata kambing itu adalah hewan yang diberkahi oleh Allah swt.

Bahkan tahukah kita, bahwa Nabi saw. mengabarkan bahwa semua Nabi dan Rasul pernah mengembalakan kambing. Beliau bersabda “tidak ada satu pun nabi sebelumku kecuali dia pasti mengembalakan kambing”. Subhanallah, sampai-sampai para nabi pernah mengembalakan kambing.

Apa hikmah dibalik itu semua. Ternyata hikmahnya orang yang mengembalakan kambing itu dilatih jiwa kepemimpinannya, jiwa kesabarannya dan jiwa kelembutannya.

Oleh kerena itulah Nabi saw. mengatakan “Ketenangan itu ada pada para pengembala kambing, pemilik-pemilik kambing”.

Jadi kalau begitu, kambing merupakan binatang istimewa bukan. Maka dari itu jangan merasa kesal ketika kita disebut kayak kambing. Justru seharusnya kita bangga dong, ketika ada orang berkata “kamu itu kayak kambing”, kita katakan “yah nggak masalah, kambing kan binatang surga”.

Apalagi janggut itu adalah perintah Rasulullah, semua Nabi dan Rasul berjanggut. Apakah kita tidak bangga lagi ketika kita meyerupai para Nabi. Kita mengikuti syariat seluruh Nabi dan Rasul. Bahkan Nabi saw. memerintahkan dalam sabdanya “hendaklah engkau cukur kumismu dan panjangkan janggutmu dan selisilah orang-orang majusi”.



Apakah anda tidak bangga ketika anda berjenggot, anda telah menyerupai para Nabi, mengikuti syariat para Nabi, seharusnya kita bangga dong. Kalau ada orang berkata jenggot teroris, kita katakan “maaf, kalau jenggot teroris, berarti para nabi teroris kah?”.

Ketika Nabi saw. kedatangan utusan Persia, dimana utusannya itu janggutnya dicukur habis, kumisnya dipanjangkan. Maka Rasulullah bertanya, “siapa yang memerintahkan kamu berbuat seperti ini? Kata dia raja kami, maka Rasulullah saw.  bersabda “akan tetapi rabbku memerintahkanku untuk memanjangkan janggut”. 

Kita harus yakin bahwa Allah menciptakan sesuatu tidak sia-sia, bahwa Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Pasti janggut yang Allah ciptakan laki-laki di atasnya memberikan manfaat-manfaat yang sangat besar. Dan ternyata secara penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuan di zaman sekarang, ternyata janggut banyak sekali faidah-faidahnya untuk laki-laki. Dintaranya memelihara hormon kejantanan.

Oleh karena itu, Aisyah r.a. berkata “segala puji bagi Allah yang telah menghiasi laki-laki dengan janggut, wanita yang masih diatas fitrahnya dia akan suka kepada laki-laki yang berjanggut”. Tapi ketika sesorang telah hilang fitrah yang baik, dia akan berkata, katanya janggut itu kumuh, katanya janggut itu kotor, katanya janggut itu tidak indah.

Keindahan yang hakiki adalah keindahan yang sesuai atau dipandang indah oleh Allah dan Rasulnya. Allah menciptakan laki-laki dengan berjanggut, itu adalah keindahan buat mereka. Manfaat yang besar buat mereka. Karena keindahan yang parameternya adalah hawa nafsu maka itu hakekatnya adalah kerusakan.

Oleh karena itu, masih kah kita merasa minder ketika kita disebut kayak kambing karena kita berjenggot? Justru jawabannya adalah jangan, karena kambing adalah binatang surga, kambing adalah binatang berkah, seluruh Nabi dan Rasul ternyata mengembalakan kambing, demikian juga kambing memberikan ketenangan kepada pengembala kambing, melatih jiwa kepemimpinan bagi mereka yang mengembalakan kambing.

Luar bisa, oleh karena itu mari kita hidupkan sunnah janggut ini, perlihatkan bahwa ini adalah sesuatu yang mulia, sesuatu yang indah, sesuatu yang tidak kumuh, tetapi ini adalah perintah dari Rasulullah saw. Perintah dari Allah swt.

Sekian, semoga bermanfaat. 
Abu_Laosar,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar