Rabu, 26 Maret 2014

Mengenang Kejayaan Lakilaponto FC


Lakilaponto adalah nama raja terkahir di Kerajaan Buton. Namanya kemudian berubah menjadi Sultan Murhum ketika kerajaan buton bertransformasi menjadi Kesultanan Buton. Jadi Lakilaponto adalah raja terkahir dan sultan pertama di Negeri Butuuni.

Ketika IMKB (Ikatan Mahasiswa Kota Baubau) di Makassar mengadakan pertandingan futsal antar klub dengan mengundang beberapa oraganda yang memiliki ikatan historis yang sama yaitu bernafaskan butuuni (Buton), kami adalah salah satu tim yang tertarik untuk meramaikan kegiatan tersebut. Nama Turnamennya adalah MIYABI CUP I (Miyana Butuuni Futsal Competition Cup I).


Ketika mendaftar, kami sepakat menggunakan nama Lakilaponto FC sebagai nama tim kami. Kami memilih nama tersebut karena Lakilaponto adalah Raja dan Sultan yang sangat disegani di negeri Butuuni. Dia terpilih menjadi raja karena berhasil mengalahkan perompak yang sangat tangguh dan ditakuti. Perompak tersebut bernama Labolontio. 

Dengan menggunakan nama Lakilaponto FC, kami berharap kehebatan dan ketangguhan beliau dalam memimpin dan mengalahkan musuh-musuh kesultanan Buton pada saat itu dapat membangkitkan semangat kami dalam bertanding. Dan keberhasilannya dalam menyatukan negeri Butuuni menular kepada tim kami untuk menaklukkan setiap lawan di setiap pertandingan yang kami lakoni. 

Akhirnya, diakhir turnemen MIYABI CUP I kami berhasil menaklukkan seluruh tim dan menyabet gelar juara pertama. Suatu keberhasilan yang tidak terduga karena awalnya kami hanya ingin meramaikan tetapi ternyata skill dari pemain-pemain di tim kami cukup baik. 

Tidak berhenti sampai di situ, kami juga mengikuti turnamen MIYABI CUP II di tahun berikutnya dan hasilnya juga cukup memuaskan, kami kembali berhasil menaklukkan lawan-lawan kami dan meraih juara pertama. Tetapi sayang pada turnamen MIYABI CUP III, kami bertanding dengan formasi pemain yang berbeda. Pemain-pemain inti kami sudah melalang buana kenegeri lain untuk mengadu nasib mencari kesuksesan yang lain. Akhirnya pada MIYABI CUP III langkah kami terhenti di babak semi final.

Berikut beberapa foto momen-momen kejayaan Lakilaponto FC.

Juara pertama Miyabi Cup I Tahun 2010

Madan, Rudin, Suha, Iput

Insan, Arno, Eko.

Juara pertama Miyabi Cup II Tahun 2011

Iput, Suha, Manaf, Iki, Eko, Madan

Ipang, Ino, Arno, Radil.

Sudah dua tahun lamanya saya tidak merasakan aroma ketegangan suasana pertarungan di lapangan futsal. Jiwa ini sangat merindukan saat-saat seperti itu. Tetapi mungkin saya ingin mencoba dengan posisi yang berbeda. Jika dulu di Lakilaponto FC saya bermain sebagai striker, maka suatu saat nanti jika saya kembali ke lapangan futsal, saya ingin bermain sebagai manager atau pelatih. Itu adalah impian saya sejak dulu semenjak Lakilaponto FC vakum untuk waktu yang tidak ditentukan.

Bak gayung bersambut, malam tadi salah seorang yunior menghubungi saya. Dulu dia pernah saya ajak masuk ke tim lakilaponto jilid dua tetapi dia hanya bermain satu kali saja. Dia menghubungi saya lewat pesan singkat. Melaui pesan singkat itu dia mengajukan pertanyaan yang membuatku harus bernostalgia kembali dengan kejayaan Lakilaponto FC. Dia bertanya tentang bagaimana cara kami bermain sehingga bisa menjadi pemenang.

Menurut saya, langkah yang dia ambil adalah sesuatu yang betul karena seperti kata orang bijak, jika ingin menjadi pemenang maka belajarlah dari mereka yang pernah merasakan kemenangan.

Madan, Hendra dan Iki.

Dia dan timnya di Farmasi UH akan mengikuti turnamen futsal. Sebagai senior di farmasi sudah menjadi kewajiban saya untuk sharing pengalaman kepada adik-adik. Membagi pengalaman dan menebar motivasi serta memberi sedikit wejang-wejangan seputar taktik futsal yang pernah saya dan Lakilaponto FC terapkan adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan. 

Semoga memoriku tentang setiap detik yang saya lalui dan setiap langkah yang saya tapaki ketika bermain futsal bersama tim Lakilaponto FC belum terhapus dari ingatanku. Semoga pengalaman yang nanti akan saya bagikan kepada adik-adik tim futsal farmasi dapat bermanfaat dan membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pemenang. 

Hidup ini indah karena selalu ada yang bisa dibagi. Hidup ini hampa jika kita mengurung diri dan enggan untuk berbagi. Hidup ini indah dengan berbagi.

Madanosin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar