Sabtu, 22 Maret 2014

Mengenang Jasa Mencit


Mencit adalah makhluk yang sangat berjasa bagi farmasis. Tidak sedikit mahasiswa farmasi yang berhasil mendapatkan gelar sarjana karena jasanya. Dia rela mengorbankan nyawanya kepada mahasiswa tanpa pilih kasih dan tanpa pamrih. Jika dosen membantu mahasiswa untuk menyelesaikan studi dengan memberikan ilmu dan motivasi, dia membantu mahasiswa dengan caranya sendiri. Dia tidak butuh gelar pahlawan tanpa tanda jasa layaknya guru dan dosen. Dia hanya ingin dihargai dan hidup dengan tenang. Dia hanya butuh lingkungan yang bersih dan makanan yang cukup untuk hidup. Karena dia adalah mencit. Dia bukan manusia yang tidak pernah puas dan selalu meminta lebih.


Beberapa waktu lalu saya berjalan-jalan di lantai satu fakultas farmasi. Di lantai tersebut terdapat sebuah ruangan khusus untuk mencit dan teman-temannya. Ruangannya tidak terlalu luas tetapi cukup untuk mereka beraktivitas. Ruangannya cukup terang dan dilengkapi dengan pendingin ruangan atau sebut saja AC. Ruangan tersebut penuh sejarah, disetiap sudut ruangannya menjadi bukti pengabdian mereka.


Mungkin banyak diantara kita yang belum mengenal dia. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin memperkenalkan dia kepada pembaca sekalian. Saya ingin menjadi salah satu dari sekian banyak mahasiswa farmasi yang sudah mengabadikan namanya melalui tulisan-tulisan mereka. 
Mencit adalah hewan berkaki empat. Dia memiliki struktur morfologi dan anatomi tubuh yang sama dengan tikus hanya saja ukurannya yang lebih kecil. Dia memiliki empat kaki dan berjalan dengan menggunakan ke empat kakinya tersebut.

Tahukah anda dalam Al-Quran Allah sudah menjelaskan mengenai perkara tentang penciptaan hewan. Allah swt. berfirman dalam Q.S An-Nuur surah ke 24 ayat 45 yang artinya :

Dan Allah Telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Sungguh, Allah benar-benar berkuasa atas segala sesuatunya baik di bumi maupun di langit.
Semua galur mencit laboratorium yang ada sekarang merupakan turunan dari mencit liar sesudah melalui peternakan selektif. Bulu mencit liar berwarna keabu-abuan dan warna perut sedikit lebih pucat, mata hitam dan kulit berpigmen. Mencit liar dewasa dapat mencapai 30-40 gram pada umur 6 bulan atau lebih.
Mencit laboratorium mempunyai berat badan kira-kira sama dengan mencit liar, tetapi setelah diternakkan secara selektif selama delapan puluh tahun yang lalu, sekarang ada berbagai warna bulu dan timbul banyak galur dengan berat badan berbeda-beda. Mencit yang digunakan di laboratorium umumnya berwarna putih.
Mencit (Mus musculus) liar makan segala macam makanan (omnivorus) dan mau mencoba makan apapun makanan yang tersedia bahkan bahan yang tidak bisa dimakan. Makanan yang diberikan untuk Mencit penelitian biasanya berbentuk pelet secara tanpa batas (ad libitum). Air minum dapat diberikan dengan botol-botol gelas atau plastik dan Mencit dapat minum air dari botol tersebut melalui pipa gelas.
Kandang Mencit berupa kotak sebesar kotak sepatu yang terbuat dari bahan plastik (prolipropilen atau polikarbonat), almunium atau baja tahan karat. Syarat kandang mudah dibersihkan, tahan lama, tahan gigitan dan aman.
Berikut beberapa data biologis mencit (Mus musculus): 
  • Lama Hidup : 1-2 tahun, bisa sampai 3 tahun 
  • Lama Bunting : 19-21 hari 
  • Umur Disapih : 21 hari
  • Umur Dewasa : 35 hari 
  • Siklus Kelamin : poliestrus
  • Siklus Estrus : 4-5 hari 
  • Lama Estrus : 12-24 jam 
  • Berat Dewasa : 20-40 gram jantan;18-35 gram betina 
  • Berat Lahir : 0,5-1,0 gram 
  • Jumlah anak : rata-rata 6, bisa 15 
  • Suhu (rektal) : 35-39 derajat Celsius (rata-rata 37,4 derajat Celsius) 
  • Perkawinan Kelompok : 4 betina dengan 1 jantan 
  • Aktivitas: Nocturnal (malam) 
  • Gigi : 1003

Karakteristik dan keutamaan dari mencit ini adalah: 
  1. Pembauannya sangat peka yang memiliki fungsi untuk mendeteksi pakan (makanan), deteksi predator (pemangsa) dan deteksi signal (feromon). 
  2. Penglihatan jelek karena sel conus sedikit sehingga tidak dapat melihat warna. 
  3. Sistem sosial: soliter atau berkelompok
  4. Tingkah laku:
  • Jantan dewasa + jantan dewasa akan berkelahi
  • Betina dewasa + jantan dewasa akan damai
  • Betina dewasa + betina dewasa akan damai
Sesungguhnya masih banyak hal yang ingin saya bagikan kepada pembaca tentang mencit ini. Karena menceritakan tentang kehidupan hewan tidak jauh beda dengan menceritakan tentang kehidupan manusia. Tetapi kehidupan hewan tidaklah sekomplit kehidupan manusia oleh karena itu Insya Allah tulisan tentang mencit masih akan bersambung ke tulisan-tulisan berikutnya.

Semoga bermanfaat.
Madanosin.!!

1 komentar:

  1. Mantap madan....
    hahaha. ko kasi kenalan kita sama mencit haha....

    BalasHapus