Senin, 26 Mei 2014

Beri Saya Waktu Lima Tahun




Lima tahun adalah angka realistis yang keluar dari proses berpkirku yang cukup panjang. Kenapa harus lima tahun kalau dua atau tiga tahun saja sudah cukup? Bukankah semakin cepat itu semakin baik!. Betul! Semakin cepat memang semakin baik. Tetapi, dalam menyusun suatu rencana saya selalu mendasarkannya pada prinsip kehati-hatian. Saya selalu mencari jalan atau pola rencana yang bersifat realistis. Tetapi saya juga mempersiapkannya jika rencana tersebut ternyata dikemudian hari berjalan diluar dari jalurnya. Apakah lebih cepat dari lima tahun atau sebaliknya lebih lama dari itu. Saya meyakini bahwa “manusia itu hanya bisa merencanakan tetapi Allah Ta’ala lah yang menentukan”.


Lima tahun itu realistis karena berdasarkan perhitunganku, dalam jangka waktu tersebut saya sudah siap secara jasmani dan rohani walaupun hal tersebut bisa saja berubah menjadi lebih cepat. Toh masa depan itu kan sesuatu yang tidak dapat kita tebak dengan pasti. Semua berjalan sesuai dengan kehendakNya. Jika kita berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, Allah Ta’ala pasti akan membukakan jalan kepada kita. Allah Ta’ala akan memudahkan segala urusan kita. Bukankah Allah telah berjanji bahwa “disetiap satu kesulitan itu ada dua kemudahan” kepada mereka yang mau berusaha dengan bersungguh-sungguh.

Lima tahun itu bukanlah waktu yang pasti. Dia adalah rencana kasar yang bisa saja berubah seiring dengan perjalanan waktu. Tetapi, ada satu rencana yang pasti dalam waktu lima tahun tersebut, entah itu ditahun pertama, kedua, ketiga, keempat, atau tahun kelima. Diantara tahun-tahun tersebut saya pasti akan melakukannya. Saya akan melamarmu. Saya pasti akan mencarimu dimanapun kau berada. Saya pasti akan mengerahkan seluruh kemampuan yang kumiliki untuk mencarimu. Saya pasti akan melakukannya. Saya akan mengucapkan janji setia sehidup semati di depan ayahmu, dihadapan walimu. Untuk menjadikanmu bidadariku. Untuk menjadikanmu penyempurna imanku. Untuk menjadikanmu penyemangat hidupku. Untuk menjadikanmu istriku. Untuk menjadikanmu ibu dari anak-anakku. Aku ingin memastikan kepadamu bahwa ini bukanlah bualan kosong tanpa makna karena ini adalah rencanaku. Ini adalah planning masa depan yang aku siapkan untukmu. Jadi percayalah padaku. Karena aku adalah lelaki sejati.

Sekali lagi saya ingin meyakinkan kepadamu bahwa lima tahun itu bukanlah waktu yang mutlak. Lima tahun tersebut adalah rencana kasar buah dari pemikiranku sebagai manusia. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu manusia membutuhkan pertolongan dari Yang Maha Sempurna. Dalam selang waktu tersebut segala sesuatunya bisa saja terjadi. “Saya meyakini bahwa Jodoh, Rezeki, Ajal telah ditetapkan”. Bisa saja dalam selang waktu tersebut Allah Ta’ala lebih mencintaiku sehingga Allah Ta’ala lebih dulu memanggilku untuk bertemu denganNya, untuk bertemu dengan bidadariku di surgaNya. Bisa saja dalam waktu tersebut Allah Ta’ala lebih mencintaimu sehingga Allah Ta’ala lebih dulu memanggilmu untuk bertemu denganNya, untuk bertemu dengan pangeranmu di surgaNya. Bisa saja dalam selang waktu tersebut Allah Ta’ala lebih dulu mempertemukanku dengamu atau sebaliknya justru kamulah yang lebih dulu menemukanku sebelum aku sempat mencarimu. Sebagaimana kisah Ibunda Khadijah ketika menemukan cintanya kepada Baginda Rasulullah. Semua bisa saja terjadi jika Allah Ta’ala berkehendak. Ingat!! “Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Ta’ala”

Oleh karena itu duhai bidadariku, cintailah Sang Pemilik Cinta dengan sebenar-benarnya cinta. Maka dengan cinta yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepadaku semua yang engkau cita-citakan, semua yang aku inginkan, semua yang berhubungan dengan cinta kita akan terwujud. “Cinta kita akan menjadi kuat dengan mencintaiNya”.

Saya hanya ingin berpesan kepadamu duhai bidadariku. Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan lelaki lain menyentuhmu. Jangan biarkan lelaki lain mempermainkan perasaanmu. Karena kamu adalah bidadariku. Kamu adalah jodohku. Kamu adalah wanita yang dipersipakan oleh Allah Ta’ala hanya untukku. “Ingat, hanya untukku!!” Hanya aku seorang yang boleh menyentuhmu. Hanya aku seorang yang boleh menumbuhkan benih cinta kedalam hatimu. “Ingat!!! Hanya aku seorang yang boleh melakukannya”. Jangan takut akan keegoisanku ini. Karena seperti itulah caraku mencintaimu. Jangan khawatir, saya tidak mungkin menuntutmu melakukan hal-hal yang tidak saya lakukan. Saya akan melakukan hal yang sama seperti yang saya pesankan kepadamu. Saya akan menjaga diriku hanya untukmu. Saya akan meluapkan semua perasaan cinta yang saya miliki kelak hanya untukmu. Saya akan memastikan itu. Karena saya adalah lelaki sejati.

Wahai bidadariku. Berdoalah, mintalah kepada Allah Ta’ala, agar kita dipertemukan diselang waktu lima tahun tersebut. Bersabarlah, karena “sesungguhnya Allah Ta’ala bersama orang-orang yang senantiasa bersabar”. Allah Ta’la akan menjawab doa mu, Allah Ta’ala akan menjawab doa kita. Yakinlah bahwa Allah Ta’ala akan mempertemukan kita dengan cara yang tidak kita duga. Karena Allah Ta’ala Maha Kuasa. Dia yang menguasai dan meiliki kita. Dialah yang akan mempertemukan kita. Yakinlah wahai bidadariku!!! Kita pasti akan bertemu. Jika bukan di dunia ini, maka kita akan bertemu di akhirat kelak. 

Salam cinta dari pangeranmu. 
Abu_laosar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar