Selasa, 27 Mei 2014

Ungkapan Hati Yang Terdalam: Mencintai Tak Harus Memiliki


Ungkapan Hati Yang Terdalam 

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Sepenggal kata untuk Ungkapan Hati yangTerdalam.

Mencintai Tak Harus Memiliki

Saya memilih judul Mencintai Tak Harus Memiliki sebagai perwakilan atas makna yang tersirat dalam tulisan ungkapan hati yang terdalam ini. Ini adalah bentuk pembelaan pribadi terhadap kebodohan yang pernah menggerogoti pikiranku saat itu.

Mencintai memang tak harus memiliki seperti halnya kita mencintai pelangi walaupun kita tidak bisa memilikinya. Kita mencintai rembulan tetapi kita tidak bisa memilikinya. Seperti itulah kira-kira pembelaan yang keluar dari benakku ketika membaca kembali tulisan yang pernah kubuat ini. Semoga pembaca sekalian bisa memahaminya. 


Menulis itu mengabadikan sejarah. Sejarah itu tak sepenuhnya baik, oleh karena itu mengupgrade diri agar sejarah tersebut tidak terulang adalah sesuatu yang musti dilakukan.
Sebuah karya harus diabadikan. Tulisan ini adalah tulisan pertamaku tentang cinta monyet, sayang jika dibuang. Ketika membacanya, bibirku tak henti-hentinya tersenyum mengingat kembali masa-masa tersebut. ternyata, saya pernah tergoda oleh bujuk rayu teman. Benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Sepertinya pengantar untuk tulisan ini sudah cukup panjang. Maafkan diriku, ini semata-mata sebagai bentuk kehati-hatianku dalam memuat sebuah tulisan, karena apa yang saya tulis akan menjadi tanggung jawabku. Semoga pembaca sekalian bisa memahaminya. Ingat!! jangan dijadikan contoh yah. Selamat membaca!!!

Ungkapan Hati Yang Terdalam: Mencintai Tak Harus Memiliki

Tulisan ini dibuat tanggal 12 Juni 2008 pukul 01.00 WITA ketika hatiku gundah gulana memikirkan dirinya. Dengan 4 batang rokok ditangan yang tak sempat kuhisap dan segelas air putih yang setia menemaniku sepanjang pagi itu.

Awalanya aku tidak berani mengungkapkannya. Tetapi karena desakan yang begitu dahsyat dari teman-temanku saat itu, akhirnya aku tergoda untuk mengungkapkannya. Dengan bantuan temanku, terjadilah hal yang tidak seharusnya tersebut. Sesuatu yang bukan diriku muncul saat itu. Tetapi itu adalah isi hatiku yang tulus, yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam saat itu.

Tanpa berpanjang lebar, kata demi kata mulai terucap dari lisanku. Kata demi kata tersebut mengalir dengan sendirinya. Apa yang aku pendam selama ini telah aku ungkapkan. Aku bersyukur akan hal itu karena perasaan yang selama ini kupendam telah aku ungkapkan. Walaupun berat rasanya untuk menerima kenyataan yang terjadi. Setelah sekian lama, sejak pertama kumengenalnya yaitu ketika di sekolah menengah pertama kemudian berlanjut di sekolah menengah atas, dengan berbagai peristiwa kecil maupun besar yang bisa dibilang sengaja atau tidak sengaja terjadi hanya untuk menarik perhatiannya. Semua menguap begitu saja.

Tetapi apa mau dikata. Kita hidup di dunia yang penuh dengan warna. Penuh dengan prinsip hidup, gaya hidup, cara pandang terhadap sesuatu yang berbeda satu sama lain. Saat itu saya mengungkapkannya bukan bermaksud untuk memilikinya, tetapi lebih kepada keinginan untuk memberitahunya tentang apa yang kurasa. Karena bagiku mencintai itu tak harus memiliki. 

Yah, walaupun kita menaruh harapan akan sesuatu yan lebih baik, walaupun kita berangan-angan akan sesuatu yang kita inginkan, tetapi ketika prinsip hidup berbicara dan dijadikan patokan maka sia-sialah semuanya. 

Harapanku selama ini seakan terkubur kembali dilubuk hatiku yang terdalam. Dan hanya bisa menunggu suatu saat nanti seandainya dia mau menggalinya kembali. Tetapi itu sepertinya mustahil terjadi, karena sesungguhnya itu sudah saya prediksi jauh sebelumnya. Tetapi apa mau dikata, dialah orang pertama yang membuatku melakukan hal seperti ini, sesuatu yang diluar kebiasaanku, melakukan sesuatu yang bukan diriku. Logika berpikirku kacau saat itu. Disatu sisi saya menginginkannya, disisi lain saya tidak ingin melanggar prinsipku. Maka desakan teman dengan mudah merasuki otakku untuk melakukannya.

Saat itu kata-kata pujangga dari pepatah merasuki pikiranku. Pepatah tersebut mengatakan bahwa “sesungguhnya menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak punya keberanian untuk mengatakan cintamu kepadanya.”  Saya tidak tahu apakah dia juga merasakan apa yang kurasa yang ada pikiranku adalah perasaan ini harus diungkapkan. 

“Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun mereka dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.”

“Sungguh betul bahwa hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang. Tetapi diperlukan  waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.”

Saya sadar, bahwa memberikan cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta itu berkembang di hatinya. Tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta itu pernah tumbuh di hatimu. Dengan begitu kita bisa belajar untuk memahami tentang cinta.

Pesanku: jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab itu bisa menyesatkan. Jangan tertarik karena kekayaannya karena itu bisa musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena dengan senyuman hari-harimu yang gelap dan suram akan menjadi cerah dan ceria.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu capai, pergilah ke tempat-tempat yang ingin kau kunjungi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. Semoga kamu berbahagia dengan pilihanmu.

Sekian.!!!!
Cerita usang
Sekedar pelepas jenuh mencari inspirasi.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar