Rabu, 14 Mei 2014

Sahabat, Izinkan Saya Berbagi Cerita Denganmu.



Sahabat, Saya ingin memberitahumu sesuatu. Ini mungkin agak sensitif buatmu. Tetapi, sebagai sahabat, saya memberanikan diri untuk menyampaikannya kepadamu melalui tulisan ini. Bukankah sebagai sesama muslim adalah kewajiban bagi kita untuk saling ingat-mengingatkan, saling nasehat-menasehati dan saling kuat-menguatkan. Semoga saja kamu tidak marah setelah membaca tulisan ini.


Sahabat, kamu pasti tahu bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya mati. Setiap yang hidup pasti akan kembali kepada yang memberinya kehidupan. Sebagaimana Alloh Ta’ala telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an yang artinya:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Āli `Īmrān [3]: 185.).

Hari ini adalah hari ke tujuh belas Ayahanda sahabat yang tercinta berpulang kerahmatullah. Saya mengingatnya dengan jelas karena tanggal dimana ayah sahabat dipanggil oleh Alloh Ta’ala bertepatan dengan tanggal saya dilahirkan di permukaan bumi ini. Bukan sebuah kebetulan, tetapi seperti itulah jalan takdir, dimana setiap ada kelahiran pasti ada kematian. 

Sahabat, saya pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Ditinggal pergi oleh orang yang kita cintai untuk selama-lamanya. Ketika itu hati saya serasa hancur, karena wanita yang paling saya cintai di dunia ini pergi dan tak akan kembali. Sejenak saya bingung mau berbuat apa, tidak terima rasanya dengan apa yang terjadi. Ditengah kebingungan dan kegundahan tersebut saya kemudian teringat dengan pesan-pesan dari beliau untuk tegar menghadapi setiap cobaan yang melanda. Sahabat, semoga engkau tegar menghadapinya.
Saya kemudian termenung beberapa hari. Saya terus berpikir tentang apa yang harus saya lakukan. Begitu banyak jasa yang beliau berikan kepada saya. Belum sempat rasanya saya membahagiakannya dengan sepenuh jiwa dan raga, dia sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.

Lama saya memikirkannya, dan didalam perenunganku tersebut saya kemudian mendapatkan sebuah hadits dari Rasulullah yang berbunyi:

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Subhanallah, saya kemudian tersenyum bahagia membaca hadits tersebut.!!!

Saya yakin ibu saya di akhirat kelak akan masuk ke dalam surganya Allah Ta’ala. Tetapi saya tidak ingin keyakinan tersebut hanya sebatas di lisan saja. Saya ingin melakukan sesuatu agar keyakinan saya tersebut semakin bertambah kuat. Saya ingin menjadi amal jariyah untuk ibu saya, untuk kedua orang tua saya di dunia ini. Saya ingin mendoakan mereka di setiap sholatku. Saya ingin menjadi anak yang sholeh. Saya tidak ingin seperti orang kebanyakan yang pasrah begitu saja menerima keadaan tanpa berbuat apa-apa. Saya ingin melakukan sesuatu dan saya harus melakukannya.

Sahabat, saya ingin memberitahumu sesuatu, cintailah Alloh Ta’ala dengan sebenar-benarnya cinta. Mintalah kepada Alloh Ta’ala agar diakhirat kelak engkau dipertemukan dengan Ayahandamu tercinta. 

Sahabat, jadilah wanita yang sholehah, jadilah amal jariyah untuk ayahmu tercinta, untuk kedua orang tuamu. Dimana setiap kebaikan yang engkau lakukan akan menambah timbangan pahala ayahandamu tercinta. Doakanlah beliau disetiap sujudmu sepanjang hayatmu hingga Allah Ta’ala memanggilmu untuk bertemu dengannya. 

Jangan biarkan dirimu menjadi penghambat jalan beliau menuju surga Alloh Ta’ala, tetapi jadikanlah dirimu sebagi pemicu yang mempercepat dan mempermulus langkah Ayahandamu tercinta menuju surga Alloh Ta’ala.

Sahabat, sebagai manusia kita hanya bisa berusaha yang terbaik, dan Alloh Ta’ala lah yang menentukan segala sesuatunya. Oleh karena itu wahai sahabatku, “cintailah Alloh Ta’ala dengan sebenar-benarnya cinta”, karena hanya dengan mencintai Alloh Ta’ala amal perbuatan kita, doa-doa kita akan diterima. Kemudian mintalah kepadanya untuk mempertemukanmu dengan ayahandamu tercinta di surga kelak.

Sahabat, maafkanlah saya yang telah lancang menyampaikan ini kepadamu. Sungguh, saya melakukannya karena kita adalah sahabat. Saya tidak mungkin berani melakukannya jika kita bukan sahabat. Semoga sahabat selalu mendapatkan limpahan rahmat dan hidayah dari Allah Ta’ala. Aaaminn…!!!

Semoga engkau mau memaafkan kelancanganku ini.
Semoga…!!!

Dari Sahbatmu, Abu_laosar. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar